Kalkulator APY
Hitung Annual Percentage Yield dan Temukan Imbal Hasil Efektif Sesungguhnya dari Tabungan atau Investasi Anda.
Contoh Perhitungan
📋Langkah Menghitung
-
Masukkan suku bunga tahunan nominal dalam persentase sesuai yang tertera di produk simpanan.
-
Pilih frekuensi pemajemukan: harian, bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan.
-
Masukkan modal awal secara opsional untuk melihat total bunga dalam nilai rupiah.
-
Klik Hitung untuk melihat APY dan perbandingannya dengan suku bunga nominal.
Kesalahan yang Harus Dihindari ⚠️
- Menyamakan APY dengan APR: APY digunakan untuk produk simpanan dan mencerminkan keuntungan investor, sedangkan APR digunakan untuk produk pinjaman dan mencerminkan biaya peminjam.
- Mengabaikan pajak: di Indonesia, bunga deposito dikenakan PPh final 20% sehingga APY efektif setelah pajak lebih rendah dari yang ditampilkan kalkulator.
- Memilih frekuensi pemajemukan yang salah: memasukkan pemajemukan tahunan untuk produk yang sebenarnya menghitung bunga bulanan akan menghasilkan APY yang lebih rendah dari kenyataan.
- Membandingkan deposito tenor berbeda tanpa menghitung APY tahunan: bunga deposito 1 bulan tidak bisa langsung dibandingkan dengan deposito 12 bulan tanpa diannualisasi terlebih dahulu.
Mengapa APY Penting untuk Keputusan Keuangan📊
Membandingkan penawaran bank: mengevaluasi apakah deposito dengan bunga 6% majemuk bulanan lebih menguntungkan dari deposito 6,1% majemuk tahunan berdasarkan APY aktual.
Proyeksi investasi: mengestimasi nilai masa depan dari instrumen yang menginvestasikan kembali imbal hasil seperti reksa dana pasar uang atau program reinvestasi dividen.
Analisis daya beli: menentukan apakah APY tabungan cukup untuk mengimbangi inflasi setelah dipotong pajak bunga.
Strategi deposito berjangka: membandingkan imbal hasil efektif dari berbagai tenor deposito untuk memilih kombinasi yang mengoptimalkan likuiditas dan return.