Kalkulator Hukum Ohm
Hitung Tegangan, Arus, Hambatan, dan Daya Listrik.
Hitung:
Arus (I):
Hambatan (R):
Silakan masukkan detail yang diperlukan dan klik Hitung.
Contoh Perhitungan
📋Langkah Menghitung
-
Pilih parameter yang akan Anda hitung (tegangan, arus, atau hambatan).
-
Masukkan nilai yang diketahui menggunakan unit yang sesuai (volt, ampere, ohm).
-
Klik "Hitung" untuk menerima hasil menggunakan Hukum Ohm.
Kesalahan yang Harus Dihindari ⚠️
- Terbalik dalam mengatur rumus antara Tegangan (V), Arus (I), dan Hambatan (R).
- Lupa mengonversi miliampere (mA) ke Ampere (A) sebelum menghitung.
- Mengabaikan hambatan dalam dari sumber tegangan atau kabel.
- Salah menggunakan nilai total hambatan pada rangkaian paralel.
Aplikasi Praktis📊
Menentukan penurunan tegangan untuk memilih komponen sirkuit dengan aman.
Menentukan aliran arus untuk memasok daya yang diperlukan oleh komponen.
Menilai nilai hambatan untuk mengoptimalkan kinerja sirkuit dan efisiensi energi.
Pertanyaan Seputar Layanan Kami
Apa itu kalkulator Hukum Ohm?
Kalkulator ohm adalah alat yang dapat menyelesaikan nilai tegangan, arus, atau hambatan menggunakan persamaan V=IR. Anda hanya perlu memasukkan dua nilai yang diketahui, seperti tegangan dan hambatan, dan itu akan langsung menghitung nilai ketiga untuk Anda. Ini berguna dalam analisis sirkuit untuk sirkuit DC bagi insinyur, pelajar, dan penggemar, dengan tujuan untuk merancang, membangun, dan memecahkan masalah sistem listrik secara efisien. Selama Anda menggunakan unit yang tepat dan kalkulator yang Anda gunakan akurat, seperti CalcMate, Anda dapat menggunakan Hukum Ohm untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam segala hal yang Anda lakukan dalam elektronik dan teknik listrik.
Bagaimana cara menghitung tegangan dengan Hukum Ohm?
Untuk menghitung tegangan, Anda perlu memasukkan arus (dalam ampere) dan hambatan (dalam ohm) ke dalam kalkulator Hukum Ohm. Persamaan V=IR menentukan tegangan dalam volt dengan mengalikan arus dalam ampere dengan hambatan dalam ohm. Jika sirkuit Anda memiliki arus 2 ampere dan hambatan 5 ohm, kalkulator Hukum Ohm akan memberikan 10 volt. Ini membantu untuk menganalisis perilaku dalam sirkuit, terutama dengan memahami tegangan yang dioperasikan oleh setiap komponen dan memverifikasi bahwa komponen tersebut digunakan dalam batas standar teknik listrik (tegangan).
Apakah Hukum Ohm berlaku untuk arus AC?
Hukum Ohm dasar berlaku untuk sirkuit AC yang bersifat resistif murni, namun untuk beban induktif/kapasitif, Anda harus mempertimbangkan Impedansi (Z).
Bagaimana cara menghitung biaya listrik dengan daya?
Setelah mendapatkan Watt (P), kalikan dengan durasi penggunaan (jam) untuk mendapatkan kWh, lalu kalikan dengan tarif PLN.
Apa yang terjadi jika hambatan nol (short circuit)?
Secara teoritis, arus akan menjadi tak terhingga, yang dalam praktiknya menyebabkan percikan api atau kabel terbakar.
Dapatkah saya menggunakan kalkulator untuk perhitungan daya?
Ya, kalkulator Hukum Ohm akan melakukan perhitungan daya saat Anda menggunakan P=VI atau P=I²R. Anda perlu memasukkan tegangan dan arus atau arus dan hambatan sebelum dapat menghitung daya dalam watt. Contohnya adalah sirkuit yang memiliki 5 volt dan 2 ampere, yang akan memberikan 10 watt. Rumus-rumus ini berasal dari Hukum Ohm, dan biasanya digunakan untuk menentukan konsumsi daya perangkat listrik, menentukan perangkat beroperasi dalam parameter yang aman, atau menentukan kompatibilitas dengan sumber daya, dalam konteks desain sirkuit.
Seberapa akurat penghitung Hukum Ohm?
Penghitung Hukum Ohm sangat akurat untuk sirkuit DC ketika nilai dan unit dimasukkan dengan benar. Penghitung ini menggunakan formula standar (V = IR, I = V / R, R = V / I, P = VI) yang diakui oleh Institut Insinyur Listrik dan Elektronik (IEEE). Untuk memastikan akurasi, perhatikan nilai input awal Anda, dan jangan lupa untuk memeriksa ulang unit Anda, seperti volt, ampere, dan ohm. Jika ini mengenai sirkuit AC atau sistem yang kompleks, mungkin diperlukan lebih dari penghitung Hukum Ohm atau perlu berkonsultasi dengan profesional listrik.
Persamaan apa yang digunakan dalam penghitung Hukum Ohm?
Penghitung Hukum Ohm menggunakan formula dasar V = IR yang berarti tegangan (volt) = arus (ampere) kali hambatan (ohm). Juga, untuk daya, penghitung menggunakan persamaan P = VI atau P = I²R. Persamaan yang berasal dari buku Georg Ohm pada tahun 1827 yang menjadi dasar teknik listrik dan telah divalidasi oleh standar IEEE (Institut Insinyur Listrik dan Elektronik). Menggunakan penghitung Hukum Ohm itu mudah karena dapat menyelesaikan variabel tersebut ketika dua variabel lain diketahui, menjadikannya aset yang hebat dalam perhitungan sirkuit dan analisis listrik.
Catatan: Kalkulator ini dirancang untuk memberikan estimasi yang bermanfaat untuk tujuan informasi. Meskipun kami mengupayakan akurasi, hasil dapat bervariasi berdasarkan hukum setempat dan keadaan individu. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat profesional untuk keputusan penting.