Kalkulator Protein
Tentukan asupan protein harian optimal Anda berdasarkan berat badan, tingkat aktivitas, dan tujuan.
Jenis kelamin:
Usia (tahun):
Masukkan usia
Berat badan:
Masukkan berat badan
Tinggi badan:
Masukkan tinggi badan
Tingkat aktivitas:
Jenis rekomendasi:
Hitung
Hapus
Silakan masukkan data yang diperlukan dan klik Hitung.
Silakan masukkan angka positif yang valid untuk usia, berat badan, dan tinggi badan.
Usia harus antara 1 dan 120 tahun.
Perkiraan BMR Anda: {bmr} kcal/hari
Perkiraan TDEE (Total Daily Energy Expenditure): {tdee} kcal/hari
Asupan protein harian yang direkomendasikan (USDA AMDR):
{min} – {max} g per hari
({pctMin}–{pctMax}% dari total kalori = {kcalMin}–{kcalMax} kcal dari protein)
RDA (Recommended Dietary Allowance) minimum: {rda} g/hari
Tips: Sebarkan protein secara merata dalam 3–5 kali makan (≈20–40 g per makan) untuk sintesis protein otot yang lebih baik.
Perkiraan TDEE (Total Daily Energy Expenditure): {tdee} kcal/hari
Asupan protein harian yang direkomendasikan (USDA AMDR):
{min} – {max} g per hari
({pctMin}–{pctMax}% dari total kalori = {kcalMin}–{kcalMax} kcal dari protein)
RDA (Recommended Dietary Allowance) minimum: {rda} g/hari
Tips: Sebarkan protein secara merata dalam 3–5 kali makan (≈20–40 g per makan) untuk sintesis protein otot yang lebih baik.
Perkiraan BMR Anda: {bmr} kcal/hari
Perkiraan TDEE (Total Daily Energy Expenditure): {tdee} kcal/hari
Berat badan yang digunakan: {weight} kg
Asupan protein untuk olahraga:
0,8 g per kg berat badan (aktivitas fisik minimal/tidak ada):
• {p08} gram ({k08} kcal)
1 g per kg BB untuk aktivitas fisik rendah:
• {p10} gram ({k10} kcal)
1,3 g per kg BB untuk aktivitas fisik sedang:
• {p13} gram ({k13} kcal)
1,6 g per kg BB untuk aktivitas fisik intens:
• {p16} gram ({k16} kcal)
2 g per kg BB — batas atas untuk latihan kekuatan/power:
• {p20} gram ({k20} kcal)
❗ Asupan protein tinggi kronis (>2 g per kg BB per hari) dapat menyebabkan kelainan pencernaan, ginjal, dan pembuluh darah dan harus dihindari.
Perkiraan TDEE (Total Daily Energy Expenditure): {tdee} kcal/hari
Berat badan yang digunakan: {weight} kg
Asupan protein untuk olahraga:
0,8 g per kg berat badan (aktivitas fisik minimal/tidak ada):
• {p08} gram ({k08} kcal)
1 g per kg BB untuk aktivitas fisik rendah:
• {p10} gram ({k10} kcal)
1,3 g per kg BB untuk aktivitas fisik sedang:
• {p13} gram ({k13} kcal)
1,6 g per kg BB untuk aktivitas fisik intens:
• {p16} gram ({k16} kcal)
2 g per kg BB — batas atas untuk latihan kekuatan/power:
• {p20} gram ({k20} kcal)
❗ Asupan protein tinggi kronis (>2 g per kg BB per hari) dapat menyebabkan kelainan pencernaan, ginjal, dan pembuluh darah dan harus dihindari.
Silakan masukkan data yang diperlukan dan klik Hitung.
Contoh Perhitungan
📋Langkah Menghitung
-
Masukkan berat badan Anda dan pilih satuannya.
-
Pilih tingkat aktivitas dan tujuan jika tersedia.
-
Klik Hitung untuk melihat target protein harian Anda.
Kesalahan yang Harus Dihindari ⚠️
- Menggunakan berat badan lama alih-alih pengukuran terbaru yang akurat.
- Memilih tingkat aktivitas yang tidak sesuai dengan latihan mingguan yang sebenarnya.
- Mengabaikan kebutuhan yang lebih tinggi selama pembatasan kalori atau periode latihan intensif.
- Hanya berpatokan pada total gram harian tanpa mempertimbangkan kualitas protein dan distribusinya di setiap waktu makan.
Aplikasi Praktis📊
Rencanakan target protein harian untuk mempertahankan atau menambah massa otot.
Sesuaikan asupan selama defisit kalori untuk membantu menjaga massa otot tanpa lemak.
Tetapkan jumlah protein per waktu makan yang realistis untuk nutrisi yang seimbang.
Pertanyaan Seputar Layanan Kami
Apa itu kalkulator protein?
Kalkulator protein memperkirakan jumlah protein makanan yang dibutuhkan seseorang setiap hari berdasarkan berat badan, tingkat aktivitas, dan tujuan spesifik seperti menjaga berat badan atau menambah massa otot.
Berapa banyak protein yang saya butuhkan per hari?
Kebutuhan protein harian bervariasi tergantung acuan yang digunakan. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI berdasarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, kebutuhan protein rata-rata orang dewasa Indonesia ditetapkan sebagai nilai tetap, sekitar 65 gram per hari untuk pria dewasa dan 60 gram per hari untuk wanita dewasa. Standar RDA historis dari Amerika Serikat menggunakan formula per kilogram, yaitu 0,8 gram per kilogram berat badan, misalnya 56 gram untuk orang dengan berat 70 kg. Dietary Guidelines for Americans 2025-2030 yang dirilis Januari 2026 menetapkan target umum yang lebih tinggi, yaitu 1,2 hingga 1,6 gram per kilogram untuk orang dewasa rata-rata. Atlet dan mereka yang membangun otot biasanya menggunakan 1,6-2,2 gram per kilogram tergantung volume latihan dan tujuan.
Bagaimana tingkat aktivitas memengaruhi asupan protein?
Aktivitas fisik yang lebih tinggi meningkatkan kebutuhan protein untuk mendukung perbaikan dan pemulihan otot. Orang dengan gaya hidup tidak aktif lebih dekat dengan nilai minimum RDA historis, sementara latihan rutin atau gaya hidup aktif lebih selaras dengan target umum terbaru AS sebesar 1,2-1,6 g/kg, dan latihan intensif menaikkan target lebih jauh dalam rentang atlet.
Bisakah kalkulator protein membantu penurunan berat badan?
Ya. Selama defisit kalori, asupan protein yang cukup membantu melindungi massa otot tanpa lemak. Ini justru menjadi salah satu dasar Dietary Guidelines for Americans 2025-2030 yang baru, yang mengacu pada uji klinis yang menunjukkan bahwa asupan protein lebih tinggi pada rentang 1,2-1,6 g/kg membantu mempertahankan massa bebas lemak selama penurunan berat badan dibandingkan acuan lama 0,8 g/kg. Banyak orang menaikkan asupan mereka ke bagian atas rentang yang direkomendasikan sambil mengurangi total asupan energi.
Apakah target protein yang sama cocok untuk pria dan wanita?
Metode gram per kilogram berlaku untuk keduanya. Jumlah harian absolut berbeda terutama karena perbedaan rata-rata berat badan, bukan karena formula khusus jenis kelamin untuk orang dewasa sehat. Namun perlu dicatat bahwa AKG Kemenkes menetapkan nilai tetap yang berbeda untuk pria (65 g) dan wanita (60 g) berdasarkan rata-rata berat badan referensi masing-masing kelompok di Indonesia.
Mengapa rekomendasi protein berubah pada tahun 2026?
Selama lebih dari 70 tahun, RDA 0,8 g/kg dirancang hanya untuk mencegah defisiensi pada hampir seluruh populasi sehat, bukan untuk mengoptimalkan hasil kesehatan. Pada Januari 2026, USDA dan HHS merilis Dietary Guidelines for Americans 2025-2030, yang untuk pertama kalinya menyertakan target protein spesifik yang diturunkan dari tinjauan sistematis terhadap uji klinis acak terkontrol yang membandingkan diet tinggi protein (1,2-1,6 g/kg) dengan diet rendah protein (0,8-1,1 g/kg) pada hasil seperti penurunan lemak dan pemeliharaan massa otot selama manajemen berat badan. RDA 0,8 g/kg tetap ada sebagai nilai referensi minimum formal, sementara di Indonesia, AKG Kemenkes menetapkan nilai tetapnya sendiri sekitar 65 g untuk pria dan 60 g untuk wanita dewasa.
Rumus apa yang digunakan kalkulator protein ini?
Alat ini mengalikan berat badan dalam kilogram dengan faktor yang disesuaikan berdasarkan aktivitas dan tujuan. Kalkulator ini merujuk beberapa acuan: nilai tetap AKG Kemenkes RI sekitar 65 g (pria) dan 60 g (wanita) berdasarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, standar RDA historis 0,8 g/kg dari Institute of Medicine Amerika Serikat yang merupakan nilai minimum bukan target optimal, dan target umum terbaru 1,2-1,6 g/kg dari Dietary Guidelines for Americans 2025-2030 yang dirilis Januari 2026. Faktor pengali lebih tinggi 1,6-2,2 g/kg untuk atlet dan mereka yang menjalani latihan intensif berasal dari riset yang dirangkum International Society of Sports Nutrition. Hasil disajikan sebagai target harian praktis dalam gram.
Catatan: Kalkulator ini dirancang untuk memberikan estimasi yang bermanfaat untuk tujuan informasi. Meskipun kami mengupayakan akurasi, hasil dapat bervariasi berdasarkan hukum setempat dan keadaan individu. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat profesional untuk keputusan penting.