Kalkulator Tingkat Atrisi

Kuantifikasi turnover tenaga kerja dan evaluasi stabilitas organisasi melalui metrik HR standar dan model kalkulasi atrisi.

Contoh Perhitungan

Kasus Perhitungan Hasil
Kantor Korporat: 200 awal, 210 akhir, 15 keluar 7.32% Tingkat Atrisi
Sektor Turnover Tinggi: 50 awal, 40 akhir, 12 keluar 26.67% Tingkat Atrisi
Fokus Sukarela: 8 pengunduran diri dari 10 total keluar 80% Rasio Sukarela

Bagaimana cara menggunakan kalkulator tingkat atrisi?

Kalkulasi atrisi yang efektif membutuhkan titik data presisi mengenai pergerakan tenaga kerja Anda dalam jendela pelaporan tertentu. Untuk mendapatkan hasil yang valid, Anda harus mengidentifikasi jumlah karyawan (headcount) yang tepat pada awal dan akhir periode.
1. Pengumpulan Data: Agregasikan total jumlah karyawan yang keluar. Untuk wawasan yang lebih granular, bedakan antara pemberhentian tidak sukarela dan pengunduran diri sukarela, karena yang terakhir sering kali mencerminkan masalah budaya internal atau kompensasi.
2. Pemilihan Periode: Tentukan apakah Anda membuat laporan formula atrisi bulanan atau tingkat atrisi tahunan (annualized).

Alat ini menggunakan rata-rata aritmatika dari headcount awal dan akhir Anda untuk menetralkan dampak lonjakan perekrutan atau PHK di tengah periode. Metodologi ini selaras dengan standar SHRM, memastikan tingkat atrisi karyawan Anda dapat dibandingkan dengan benchmark atrisi global.

Matematika Penyusutan Tenaga Kerja

Formula tingkat atrisi karyawan adalah KPI utama dalam manajemen modal manusia, yang merepresentasikan kecepatan karyawan meninggalkan organisasi relatif terhadap rata-rata jumlah tenaga kerja. Tidak seperti turnover, metrik atrisi fokus pada pengurangan keseluruhan jumlah tenaga kerja.

Kalkulasi dimulai dengan menentukan Rata-rata Jumlah Karyawan (Average Headcount): $$Average \, Headcount = \frac{Headcount_{awal} + Headcount_{akhir}}{2}$$
Selanjutnya, formula kalkulasi persentase atrisi diterapkan: $$Tingkat \, Atrisi \, (\%) = \left( \frac{Total \, Karyawan \, Keluar}{Average \, Headcount} \right) \times 100$$

Jika Anda menganalisis data di tengah tahun, logika kalkulator atrisi tahunan memproyeksikan temuan ini ke ekuivalen 12 bulan. Ini penting untuk perencanaan fiskal jangka panjang dan penganggaran rekrutmen. Menjaga tingkat atrisi sukarela tetap rendah secara universal dianggap sebagai tanda keterlibatan karyawan yang tinggi.

Tips & Informasi 💡

  • Untuk menghindari data yang bias, pastikan kontraktor musiman dikategorikan terpisah dari rata-rata jumlah karyawan permanen Anda.
  • Saat menggunakan formula atrisi bulanan, ingatlah bahwa lonjakan jangka pendek mungkin tidak mencerminkan tren tahunan.
  • Konsistensi adalah kunci; selalu gunakan hari yang sama dalam sebulan untuk pengambilan data headcount awal/akhir.

📋Langkah Menghitung

  1. Masukkan jumlah total karyawan pada awal periode analisis.

  2. Masukkan jumlah total karyawan pada akhir periode analisis.

  3. Masukkan Total Karyawan Keluar (termasuk semua alasan) dan spesifikasikan yang sukarela jika diketahui.

  4. Jalankan kalkulasi untuk melihat persentase atrisi dan rata-rata jumlah karyawan.

Kesalahan yang Harus Dihindari ⚠️

  1. Hanya menggunakan jumlah karyawan awal sebagai penyebut, yang gagal memperhitungkan pertumbuhan atau penyusutan selama periode tersebut.
  2. Mengecualikan karyawan yang bergabung dan keluar dalam jendela pengukuran yang sama.
  3. Mencampuradukkan atrisi dengan turnover; atrisi sering kali mencakup peran yang tidak akan segera diisi kembali.
  4. Gagal menahunkan (annualize) data bulanan saat mempresentasikan laporan kepada kepemimpinan eksekutif.

Aplikasi Strategis Data Atrisi📊

  1. Penilaian Risiko: Mengidentifikasi departemen dengan tingkat atrisi tahunan yang melebihi norma industri.

  2. Analisis Retensi: Mengorelasikan atrisi sukarela yang tinggi dengan data exit interview untuk memperbaiki kebijakan HR.

  3. Perencanaan Tenaga Kerja: Menggunakan hasil historis untuk memprakirakan kebutuhan perekrutan di masa depan.

  4. Pelaporan Keuangan: Menguantifikasi dampak kehilangan karyawan terhadap produktivitas organisasi.

Pertanyaan Seputar Layanan Kami

Apa itu kalkulator tingkat atrisi?

Kalkulator tingkat atrisi adalah alat analisis profesional yang digunakan oleh departemen HR untuk menentukan persentase tenaga kerja yang telah keluar selama interval tertentu. Dengan melakukan kalkulasi atrisi sistematis, organisasi dapat mengukur kesehatan retensinya. Alat ini menyediakan data yang penting untuk benchmarking terhadap kompetitor dan mengidentifikasi risiko tenaga kerja internal.

Bagaimana cara menghitung tingkat atrisi karyawan?

Untuk menghitung tingkat atrisi karyawan, Anda membagi jumlah karyawan yang keluar dengan rata-rata jumlah karyawan untuk periode tersebut, lalu dikalikan 100. Rata-rata jumlah karyawan adalah jumlah karyawan di awal dan di akhir periode dibagi dua. Contohnya, jika ada 10 orang keluar dan rata-rata karyawan 100, maka atrisi Anda adalah 10%.

Mengapa bisnis harus membedakan antara atrisi sukarela dan tidak sukarela?

Membedakan tingkat atrisi sukarela sangat penting karena menyoroti kerugian yang "dapat dicegah"—karyawan yang keluar karena ketidakpuasan atau tawaran yang lebih baik. Sebaliknya, atrisi tidak sukarela (PHK) biasanya didorong oleh pemberi kerja. Atrisi sukarela yang tinggi adalah indikator utama masalah manajemen dan biaya rekrutmen yang jauh lebih tinggi.

Bagaimana tingkat atrisi tahunan ditentukan?

Tingkat atrisi tahunan (annualized) adalah proyeksi data atrisi Anda saat ini ke periode penuh 12 bulan. Jika tingkat kuartalan Anda adalah 3%, tingkat tahunan Anda akan menjadi sekitar 12%. Metrik ini vital bagi pemangku kepentingan untuk memahami lintasan jangka panjang dari penyusutan tenaga kerja dan menetapkan target perekrutan yang realistis.

Apa formula atrisi bulanan yang standar?

Formula atrisi bulanan menghitung tingkat keluar untuk satu bulan: $(Total \, Keluar / Rata-rata \, Headcount \, Bulanan) \times 100$. Meskipun data bulanan bisa fluktuatif karena faktor musiman, ini adalah cara yang sangat baik bagi tim HR untuk mengukur dampak langsung dari perubahan organisasi yang baru.

Apa benchmark tingkat atrisi yang tipikal?

Meskipun benchmark tingkat atrisi sangat bervariasi antar industri, tingkat total antara 10% hingga 15% sering dianggap standar untuk sektor perkantoran. Industri teknologi dan ritel sering kali mengalami persentase atrisi sebesar 20% hingga 35%. Membandingkan kalkulasi internal Anda dengan standar ini membantu menentukan efektivitas program retensi Anda.

Apakah tingkat atrisi 0% itu ideal?

Secara berlawanan, tingkat atrisi 0% jarang menjadi tujuan. Sedikit atrisi (atrisi yang sehat) memungkinkan masuknya perspektif baru dan keluarnya karyawan dengan performa rendah. Namun, tujuan dari analisis kalkulator tingkat atrisi adalah memastikan bahwa kehilangan karyawan berkinerja tinggi diminimalkan dan tingkat atrisi sukarela tetap terkendali.
Catatan: Kalkulator ini dirancang untuk memberikan estimasi yang bermanfaat untuk tujuan informasi. Meskipun kami mengupayakan akurasi, hasil dapat bervariasi berdasarkan hukum setempat dan keadaan individu. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat profesional untuk keputusan penting.